Search

sejarah uang receh

Sejarah koin meluas dari zaman kuno sampai
sekarang, dan berhubungan dengan sejarah
ekonomi, sejarah teknologi pencetakan, sejarah
ditunjukkan oleh gambar pada koin, dan sejarah
mengumpulkan koin. Koin masih banyak digunakan
untuk keperluan moneter dan lainnya.
Semua sejarah barat koin mulai dengan penemuan
mereka pada beberapa waktu sedikit sebelum atau
sesudah 700 SM di Pulau Aegina, atau orang lain
sesuai dalam Efesus Lydia 650 SM .Sejak saat itu,
koin telah perwujudan paling universal uang
Sejarah Pencetakan coin
Koin pertama kali dibuat dari potongan logam. koin
kuno yang diproduksi melalui proses memukul palu
berada di atas sebuah landasan.Cina diproduksi
terutama cast koin, dan ini menyebar ke Asia
Tenggara dan Jepang. Selengkapnya
Sejarah Koin di Asia
Mata uang yang paling awal di Asia juga
merupakan mata uang tertua di dunia.Koin
diciptakan beberapa kali independen satu sama
lain. Koin awal dari wilayah Mediterania dari
kerajaan Lydia, dan sekarang tanggal ca. 600 SM.
Penanggalan koin awal Cina dan India adalah sulit
dan subyek perdebatan. Namun demikian, koin-
koin pertama dari Cina setidaknya setua koin
Lydian paling awal dan mungkin lebih tua,
sedangkan koin awal dari India tampaknya telah
muncul pada tahap berikutnya.koin Cina Pra-
modern yang selalu dilemparkan isu perunggu atau
kuningan. Konsep ini kemudian diadopsi oleh
Jepang, Korea dan Annam (Vietnam), dan juga
dipengaruhi wilayah di Asia Tenggara.Koin Lydian
terdiri dari cakram atau gumpalan elektrum (emas
alam / paduan perak), dan menginjak kedua belah
pihak dengan meninggal. Konsep ini menyebar
dengan cepat ke negara-negara tetangga kota
Yunani di Asia Kecil dan di Laut Aegean, dan
akhirnya seluruh Mediterania. Ketika Lydia
ditaklukkan oleh Achaemenid Persia, produksi koin
Lydian berlanjut di kedok Siglos Darics perak dan
emas. Bagian lain dari Persia hanya mulai koin
mint pada saat penaklukan Alexander Agung.
Sejarah Koin Rupiah
Koin Rupiah Indonesia pertama kali beredar pada
tahun 1951 dan 1952. Meskipun mata uang rupiah
sudah diicetak oleh pemerintah Republik Indonesia,
namun bentuknya adalah kertas, karena logam
masih terlalu langka untuk pemerintahan yang
baru dibentuk.
Karena inflasi yang tinggi pada akhir tahun 1950-
an hingga awal tahun 1960-an, tidak ada koin
yang dikeluarkan setelah tahun 1961, dan koin
yang masih beredar tidak berharga.Rupiah baru
dicetak sebagai usaha untuk mengurangi inflasi
tahun 1965. Pada tahun 1971, ekonomi dan inflasi
dibawah Orde Baru Soeharto menjadi stabil, dan
koin kembali beredar dengan nilai 1, 5, 10, 25 dan
50 rupiah, dengan 100 rupiah ditambah dua tahun
kemudian. Karena inflasi, nilai koin Rupiah yang
ada kini adalah 25, 50, 100, 200, 500 dan 1000
rupiah

make thing’s better

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Categories
May 2014
S M T W T F S
« Sep    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031